Asrama PP. Aswaj Putra

Asrama PP. Aswaj Putri

Kaligrafi 1

Kaligrafi 2

Kaligrafi 3

Kaligrafi 4

17 November 2023

Surat Cinta Untuk PALESTINA

 

SAUDARAKU PALESTINA

Karya : Siti Safinatul Maulidaniyah


Isak tangis kian menggema

Sekelompok peluru tertancap dimana-mana

Suara takbir mendunia

Menandakan perang yang tak kunjung reda

Bisakah kita mengatasinya?

Palestina

Saudara kita yang terluka

terombang ambingkan ledakan

yang dengannya si jago merah melahap semuanya

rudal yang menderu selalu saja merajalela

merusak tatanan negaranya

Cuh, Wasterling tak biadab!

Yang selalu saja mengusik saudara kita

Darah kian tumpah dimana-mana

Namun mereka tetap bertahan untuk merdeka

Salam sejahtera Palestina

Tetaplah berpegang teguh pada agama

Bersabarlah dan percayalah

Semua akan indah pada waktunya

Allahu Akbarrr...

Merdeka...

Saudaraku Palestina


TO PALESTINA

Karya : Nur Imamah

 

Lantunan do’a untukmu

Telah terselip diantara sujudku

Saat padang pasir buta warna

Kelap kelip lilin berwajah api

Silih berganti peperangan bulan dan matahari

Sungguh embun menetes beraroma darah

Mengaliri nafsu jiwa yang terjajah

Ada apa dengan dunia?

Sekarang ini Gaza sedang sengsara

Tapi apa duniasa hanya diam saja

Terpaku, terbelunggu nan tak berdaya

Hanya karena ancaman Amerika

Tuhan, bantu mereka

Kuatkanlah mereka

Untuk menghadapi semuanya

                                                                                                                                                                      

KAPAN BAHAGIA?

Karya : Alifa Elliana


Hari-hari penuh kebisingan

Pasukan tempur menyerang

Berjuta bom menjatuhkan banyak bangunan

Setiap hari berjuang

Dalam memusnahkan peperangan

Setiap hari, setiap waktu selalu berdo’a

Berharap masih ada hari esok untuk bahagia

Tiba disaat hari yang berbahagia

Sedangkan Palestina sedang sengsara

Beribu tentara telah dikirim untuk membantu

Membawa kabar gembira keseluruh dunia

Yang sudah membela dan memberi semangat

Bagi saudara kita di Palestina


STRONG TO PALESTINA

Karya : Sarirotul Kutsiyah


Sekarang...

Dirimu sedang tidak baik-baik saja

Anak kecil yang tak berdosa

Tetaplah menjadi korbannya

Hari demi hari

Yang tak pernah ada kebahagiaan

Hanya berisi ledakan bom yang menghancurkan seluruh tanah palestina

Do'a yang dapat kami sampaikan

Untuk dirimu yang sedang mempertaruhkan

Nyawamu kelak akan menjadi pembuktian

Atas segala pengorbanan yang kau lakukan

 

PENGORBANAN

Karya : Sitti Ayu Nifah


Sura tangisan terdengar keras ditelinga

Tetesan air mata membasahi wajah mereka

Hamburan manusia yang tergeletak berlumur darah dimana-mana

Mereka korbankan nyawa demi tanah mereka

Ribuan bom berjatuhan bagaikan hujan kematian

Tanpa rasa lelah mereka kibarkan bendera hingga akhir hayat mereka

Tiada hentinya mereka berdo’a

Memohon perlindungan pada yang kuasa

Tuhan…

Lindungilah mereka

Yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa

Sedangkan kita hanya bisa mengirimkan do’a

Untuk saudara kita disana


NEGARA BERCUCUR DARAH

Karya : Putri Karisma


Siapakah negara itu ?

Salah negara yang kau sakiti

Negara suci yang pernah Rasulullah tempati

Apakah ini termasuk hari akhir?

Iya…

Mungkin ini adalah tanda-tanda akhir

Bumi yang telah rusak bagai petir

Terhampar makhluk yang berlebur

Meneteskan darah hingga bercucur


10 November 2023

Pernak-pernik Cipta Puisi Karya Santri PP. ASWAJ

Hilang

Karya : Aisyatur Ridha

Saat ini aku terlelap

Entah apa yang membuatku lenyap

Dia ada namun aku terluka

Tidak membuatku bahagia

            Tidak tahu mengapa?

            Apakah ini yang dimaksud sandiwara?

Rasa itu,

Rasa yang pernah ada

Sekarang hanya berirama

Namun tidak senada

            Semuanya telah kharab

            Untuk jiwa yang tengah berharap

Seribu hasrat kini sudah goyah

Karna pikiran yang lelah

Dan jiwa yang lemah

Semuanya sudah tak berarah

            Aku tersayat

            Namun aku masih tertawa

            Hatiku perih

            Sejak kehilangan sejuta kasih

 

 

MAUJU’ QOLBI

Karya: Siti Safinatul Maulidaniyah

Dirasa…..

Namun tak mampu diraba

Sakit…….

Namun tak mampu berbicara

Trauma…..

Yang selalu saja berirama

Kisah yang ku tempuh

Seakan mati tanpa aba-aba

Semesta tak adil…

Menghakimi hidupku tanpa berfikir

Apakah aku tak pantas bahagia?

Apakah aku harus menderita?

MAUJU’ QOLBI

Sakit namun kasat mata

 

LETIH

Karya: Alifa Elliana

 

Menangis tanpa henti

Meratapi nasib pada sang kekasih

Yang tak kunjung dikabari

Sampai pada akhirnya aku merasa risih

Kepada diriku sendiri

            PASRAH……….

            Pada akhirnya aku menyerah

            Sudah biarkan saja

            Jangan terlalu kecewa

            Kepada apa yang dilihat oleh mata

Kemarin aku bahagia

Sekarang aku terluka

Sebab terlalu cinta

                                                                                                                    

AYAH

Karya: Nur Imamah

Dialah sosok yang menjadi tiang hidupku

Dia bak mentari yang tak pernah terkujur kaku

Tak pernah menyerah juga tak pernah rapuh

Bontang banting tulang demi menafkahi keluargaku

Setapak jalanan hitam yang terkadang menyakitinya

Hembusan angin nan derasnya hujan

Mampu ia lewayi dengan doanya

Lelah keringatnya ia hapus dengan kesabaran

Demi untuk masa depan walau terkadang sangat menyakitkan

Siroda dua terus berputar demi sekeping uang

Walau sekejap banyak ocehan orang

Terimakasih pahlawan

Berkatmu AYAH,

Aku tahu makna kehidupan

 

DIAM

Karya: Resi Agustin

Diammu membuatku heran

Diammu membuatku bisu

Diammu membuatku berubah

Mungkin kau tak menyadari

Kau telah membuatku begini

                                          Setiap hari kau menatapku

                                          Seakan aku bersalah

                                          Kau diam pun seakan membuatku juga bersalah

                                          Sampai sekarang pun fikiranku

                                          Bartanya-tanya tentang perhatianmu

Dan sampai sekarang pun

Pikiran ku tetap bertanya-tanya

Apakah ini caramu mempertahankan semuanya?

 

AYAH DAN IBU

Karya: Putri Karisma

Dia adalah pahlawanku

Dia yang selalu memberi semangat untukku

Dia yang selalu ku sebut disetiap doaku

Dia yang selalu mendoakan ku sampai meneteskan air matanya

Dan suatu hari nanti giliranku yang akan merawatnya


SANG TAULADAN

Karya: Sarirotul Qutsiyah

Berjuang……

Tanpa rasa letih

Bertahan…….

Demi terselamatkan

Perjuangan……

Tak akan terlupakan  

Bertahan….

Demi umatnya terselamatkan

Kesabaran yang tak terbandingkan

NABI MUHAMMAD SAW

SEGENAP DO’AKU

Karya : Sitti Ayu Nifah

Saat aku mengagumi seseorang

Kujadikan cinta itu seperti embun pagi

Yang menyejukkan wajahku

Sesejuk air wudhu’

Sehingga aku tak pernah lupa untuk menghadap-Mu

Saat aku mengagumi seseorang

Kujadikan orang itu

Panutan langkahku

Agar aku tetap berjalan lurus di jalan-Mu

Saat aku telah memiliki seseorang

Jadikanlah dia teman sejati

Yang selalu membimbing dan mengingatkanku

Tuk selalu bertakwa kepada-Mu

Berikan kami kebahagiaan pelita dan penerang

Sehingga kami tak tersesat

Saat berada di dunia yang serba melihat

Dan jadikan kami orang-orang yang kelak menghuni surga-Mu

Yang abadi

 

 

23 Oktober 2023

Bazar Santri dalam Memperingati HSN 2023 di PP ASWAJ Ambunten

 

Perayaan Hari Santri Nasional atau yang disebut dengan nama HSN adalah momen yang diamanatkan untuk menghormati peran serta jasa santri dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan nilai-nilai keberagaman dalam ajaran agama Islam di Indonesia.

Penetapan Hari Santri memiliki makna penting mengingatkan kita akan kontribusi besar santri dan ulama dalam menjaga kesatuan dan keberagaman agama Islam di Negara Indonesia. Maka kemudian sebagai wujud syukur dan penghormatan pada perjuangan kaum santri, Hari Santri juga diperingati dengan berbagai macam acara. Termasuk juga di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep berbagai macam acara sudah ditetapkan untuk memperingati HSN sejak beberapa tahun lalu.

(22/10/2023)Setelah Malam Festival selesai diadakan, dilanjut pada Senin, 23 Oktober 2023 di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep ini menggelar Bazar Santri dengan menyajikan berbagai macam kuliner seperti makanan ringan hingga minuman dan juga barang-barang kekreatifan.

Para Pengunjung bukan hanya dari kalangan santri, siswa dan para guru di Madrasah Ahlussunnah Waljmaah, para tetangga yang rumahnya juga berdekatan dengan Pesantren Aswaj juga ikut memeriahkan Bazar Santri Tersebut.






22 Oktober 2023

Keseruan Malam Puncak Festival HSN di PP ASWAJ Ambunten Sumenep

Festival Hari Santri Nasional dilaksanakan di Halaman Madrasah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep Mulai tanggal 22-23 Oktober 2023.

“Pelaksanaan Hari Santri Nasional di Pesantren Aswaj tahun ini nuansanya berbeda, dimeriahkan beberapa kegiatan, diawali tadi pagi dengan upacara HSN sekaligus pembukaan acara, dilanjutkan pada malam harinya dengan malam festival dan besok pagi bazar santri”. Kata Ustadzah Raudhatul Hasanah, usai acara malam festival santri.

Semarak malam festival HSN ini dihadiri oleh para Asatidz/Asatidzah Madrasah Diniyah Ta’miliyah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah (MDT ASWAJ) Ambunten Sumenep. Juga dihadiri oleh KH. Muh Unais Ali Hisyam Pengasuh Pesantren Aswaj sekaligus beliau pengisi Mau’idzoh Hasanah pada acara malam ini.

Dalam isi Mau'idzoh Hasanah pada malam festival HSN kali ini, beliau menyampaikan beberapa keterangan terkait dengan santri, dalam penyampaian dawuh beliau, penulis merangkum beberapa penjelasan yaitu sebagai berikut :

            “Pada tanggal 17 Agustus 1945 negara Indonesia dinyatakan merdeka namun, negara Indonesia tetap dijajah oleh negara lain sehingga pada taggal 22 Oktober 1945 Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari memfatwakan kepada santrinya untuk mengangkat senjata dan melawan negara tsb sehingga peristiwa tersebut dinamakan hari santri. Kemudian diresmikan pada tahun 2015 oleh Presiden RI yaitu Ir. Joko Widodo menjadi HSN (Hari Santri Nasional)”.

“Santri bukan hanya yang berdiam diri di tembok pesantren melainkan orang yang bermoral dan berakhlak santri juga dinamakan santri”.

“Tugas santri hanya ada dua yaitu berfikir atau berdzikir, yang dimaksud berfikir yaitu belajar dengan bersungguh-sungguh sedangkan yang dimaksud dengan berdzikir adalah selalu mengingat Allah SWT”.

من يرد الله خيرا يفقهه فى الدين

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah SWT menjadi orang baik, maka orang tersebut akan diberikan pemahaman terhadap agama”.

Beliau juga memberikan ijazah agar terhindar dari berfikir maksiat

“Dari Imam As-Sya’roni beliau mengatakan bahwa ketika ingin menjernihkan fikiran kita yaitu dengan cara meminum seperti cara minumnya Rasulullah SAW yaitu membaca basmalah ketika hendak meminum dan hamdalah setelah minum dan mengulangnya sebanyak 3x”.

Beliau KH. Muh Unais Ali Hisyam juga menceritakan tentang kisah “Makanan dari orang shalih yang dermawan adalah obat (طعام الكريم دواء )”

“Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal menceritakan kehebatan ilmu yang dimiliki oleh gurunya yaitu Imam Syafi’i kepada putra-putrinya, sehingga putra-putri dari Imam Ahmad bin Hanbal merasa penasaran dengan keilmuan yang dimiliki oleh Imam Syafi’i.

Ketika Imam Syafi’i bertamu dan menginap dirumah Imam Ahmad bin Hanbal, putra putri Imam Ahmad bin Hanbal merasa sangat senang dan berharap bisa melihat apa saja yang dikerjakan imam Syafi'i serta mendengar ucapan-ucapannya. Lalu beliau menyuguhkan banyak makanan dan Imam Syafi’i memakan makanannya dengan lahap. Dan disitupun putra putri Imam Ahmad bin Hanbal keheranan karena Imam Syafi’i makan terlalu banyak.

Kemudian setelah makan Imam Syafi’i masuk kedalam kamarnya dan disitu pula putra putri Imam Ahmad bin Hanbal mengamati dan berfikir terhadap amalan apa yang dilakukan oleh Imam Syafi’i sehingga Imam Ahmad bin Hanbal sangat megagumi beliau, pada saat putra putri Imam Ahmad bin Hambal  melaksanakan shalat malam ia melihat Imam Syafi’i di dalam kamar sedang tidur terlentang. Selang beberapa saat masuk waktu sholat subuh lalu terlihat Imam Syafi’i keluar dari kamar dan langsung melaksanakan sholat subuh. Putra putri  Imam Ahmad bin Hanbalpun keheranan karena ia tidak melihat Imam Syafi’i berwudhu’ terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat. Iapun menanyakan hal ini kepada ayahnya

“Apakah beliau adalah Imam Syafi’i yang kau kagumi kehebatannya wahai ayahku? Sebab semalam kami tidak melihat beliau berdzikir dan shalat malam serta kami melihat 3 hal yang aneh. Ketika kita sajikan makanan kepada Imam Syafi'i, dia makan banyak sekali dan ini berbeda dengan yang ku dengar. Ketika masuk kamar, dia tidak beribadah shalat malam dan ketika shalat subuh bersama kita, dia shalat tanpa wudlu."

Keesokan harinya Imam Ahmad bin Hanbal menanyakan apa yang dilihat oleh putra putrinya kepada Imam Syafi’i, kemudian beliau berkata :

            "Aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal dan engkau adalah orang mulia nan dermawan, dan makanan orang yang mulia dan dermawan adalah obat, sedangkan makanan orang bakhil adalah penyakit. Jadi, aku makan bukan untuk kenyang tapi untuk berobat dengan makananmu.

           Adapun semalam aku tidak shalat malam, hal itu dikan   renakan ketika aku meletakkan kepalaku untuk tidur, aku melihat seolah-olah Al-Qur'an dan Hadits berada didepanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yang ku susun untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangi antara diriku dan shalat malam.

Adapun ketika shalat subuh bersama kalian aku tidak wudlu, maka demi Allah tidaklah kedua mataku tertidur hingga aku butuh memperbaharui wudlu. Semalam suntuk aku terjaga, jadi aku shalat subuh bersama kalian dengan wudlu shalat Isya'." Kemudian Imam Syafi'i berpamitan dan pulang.

Setelah penyampain Mau'idzoh Hasanah yang dilanjutkan dengan do'a oleh beliau, kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan-penampilan yang sangat memukau dan menarik baik dari santri putra maupun santri putri.penampilan yang di sajikan tersebut merupakan bentuk dari ajang kreasi santri di pondok pesantren Ahlussunnah Waljama'ah Ambunten Sumenep.

 

Gelar Upacara Memperingati HSN 2023 PP ASWAJ Ambunten Sumenep



Momen Hari Santri akan selalu teringat sebagai sejarah yang tak bisa terlupakan, dimana pada saat itu santri dengan gagah berani ikut berjuang demi kemerdekaan
negara Indonesia serta melawan penindasan kolonialisme. Walaupun banyak pertumpahan darah yang menjadi lambang jiwa yang mulia hingga gugur sebagai syuhada.

Untuk sekian kalinya, pesantren yang terletak di Dusun Jung Torok Laok, Ambunten Timur, Ambunten, Sumenep, Madura itu kembali menggelar perayaan Hari Santri Nasional (22/10/2023).

Upacara dimulai tepat pada pukul 07.00 bertempat di halaman Pondok Pesantren Putra Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep. Upacara HSN kali ini tidak hanya dihadiri oleh para siswa dan juga segenap dewan guru Madrasah dari semua jenjang baik dari tingkat KB, TK, MI, MTs maupun MA ASWAJ, Pengurus PAC Kecamatan Ambunten juga menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten sumenep.

Membacakan sambutan Kepala Madrasah Tsanawiyah yaitu Bapak Buzairi, M.Pd.I yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan bahwa santri dalam kesejarahannya selalu aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil santri tidak pernah mengatakan tidak, santri selalu siap mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Peringatan Hari Santri bukan hanya milik santri semata, hari santri juga milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

Beliau juga mengajak seluruh peserta upacara untuk bersama-sama mendo’akan para pahlawan yang sudah gugur di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.

FOTO DOKUMENTASI