Asrama PP. Aswaj Putra

Asrama PP. Aswaj Putri

Kaligrafi 1

Kaligrafi 2

Kaligrafi 3

Kaligrafi 4

Tampilkan postingan dengan label Hari Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Nasional. Tampilkan semua postingan

23 Oktober 2024

Berjalan Khidmat Upacara Hari Santri Nasional 2024 di PP ASWAJ Ambunten


Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep melaksanakan kegiatan upacara Hari Santri Nasional tepat pada tanggal 22 Oktober 2024 acara yang dihadiri oleh semua kalangan baik para santri, asatid/asatidzah, jajaran dewan guru, para siswa dan siswi dari tingkat MI, MTs dan MA ASWAJ.

Pada jam 06.30 semua peserta upacara memadati dan berbaris rapi di halaman Pondok Pesantren Putra, saudara Abullaits Febriyanto sebagai komandan upacara memasuki lapangan upacara, Arfiah sebagai protokol, selanjutnya yang mulia KH Uwais Ali Hisyam bertindak sebagai inspektur upacara Hari Santri Nasional kali ini.


Upacara HSN 2024 berjalan dengan penuh khidmat, pasukan penggerek bendera yang dipimpin oleh Ainur Rofik memasuki lapangan bendera sang saka merah putih yang diiringi oleh lagu kebangsaan Indonesia, disusul dengan penggibaran bendera Nahdlatul Ulama yang diiringi lagu Hari Santri Nasional. Selanjutnya paduan suara yang berjumlah 14 orang  dipimpin oleh Fadhilah menyanyikan lagu mars Subbanul Wathon dengan serentak.

Pembacaan teks pancasila dibacakan oleh inspektur upacara, sedangkan pembacaan teks UUD 1945 oleh Alifia As Zahroh.

Kemudian penyampaian amanat upacara yang disampaikan inspektur upacara yaitu KH Uwais Ali Hisyam menyampaikan terkait dengan Hari Santri Nasional.

“Setelah diteliti kembali oleh seorang ilmuan luar negeri bahwa yang memprakarsai untuk memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia adalah para santri maka dari itu, pada tahun 2013 diresmikanlah Hasi Santri Nasional pada tanggal 22 oktober oleh presiden Joko Widodo “. Dawuhnya

Selanjutnya ikrar santri dibacakan oleh Kholifah Nur Aini, dilanjut dengan pembacaan resolusi jihad oleh Homalisa dan do’a dibacakan oleh Jisiye.

FOTO DOKUMENTASI







18 Agustus 2024

Upacara HUT RI Ke-79 di PP ASWAJ Ambunten Sumenep

Sabtu, 17 Agustus 2024

Upacara dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79 telah digelar di Halaman Pondok Pesantren Putra Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep, para siswa dan siswi dari semua jenjang mengikuti kegiatan tersebut MI, MTs, dan MA tak terkecuali para santri di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah.


Upacara tersebut dimulai pada pukul 07.00 dengan tanah seluas sekitar 500 M yang memuat kurang lebih sekitar 300 orang, semua dewan guru juga menghadiri upacara tersebut termasuk Bapak Fajar yang merupakan wakil kepala Madrasah Aliyah ASWAJ yang bertugas sebagai pembina upacara pada HUT RI ke-79 kali ini.

Upacara bendera yang bertepatan pada hari Sabtu ini dibuka oleh Alifia Az Zahroh sebagai protokol, kemudian disusul oleh Moh Iqbal sebagai pemimpin upacara, pengibaran bendera seng saka merah putih oleh pasukan paskibraka Pondok Pesantren ASWAJ yang dipimpin oleh Robi Al-farisi dan diiringi dengan lagu kebangsaan Republik Indonesia oleh Team Paduan Suara PP ASWAJ.

Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara, pembacaan teks UUD 1945 oleh Homalisa dan pembacaan do’a oleh Moh Fauzan.

Kegiatan tersebut tidak selesai sampai disitu, disusul dengan penerimaan hadiah terbaik MOSBA 2024 dan pemenang lomba agustusan yang telah diselenggarakan kemarin, hal ini sesuai dengan perkataan Ustad Wahyu Nurul Hidayat saat diwawancarai oleh Tim Media Aswaj Official kemarin (Sabtu,17/08/2024).

“Memang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya setelah upacara selesai digelar, selanjutnya langsung diadakan pembagian hadiah MOSBA dan pemenang lomba agustusan dalam hal ini pengasuh beserta pengurus pondok yang berperan langsung dalam memberikan hadiahnya” jelas salah satu pengurus pondok pesantren putra tersebut.

 FOTO DOKUMENTASI









23 Oktober 2023

Bazar Santri dalam Memperingati HSN 2023 di PP ASWAJ Ambunten

 

Perayaan Hari Santri Nasional atau yang disebut dengan nama HSN adalah momen yang diamanatkan untuk menghormati peran serta jasa santri dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan nilai-nilai keberagaman dalam ajaran agama Islam di Indonesia.

Penetapan Hari Santri memiliki makna penting mengingatkan kita akan kontribusi besar santri dan ulama dalam menjaga kesatuan dan keberagaman agama Islam di Negara Indonesia. Maka kemudian sebagai wujud syukur dan penghormatan pada perjuangan kaum santri, Hari Santri juga diperingati dengan berbagai macam acara. Termasuk juga di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep berbagai macam acara sudah ditetapkan untuk memperingati HSN sejak beberapa tahun lalu.

(22/10/2023)Setelah Malam Festival selesai diadakan, dilanjut pada Senin, 23 Oktober 2023 di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep ini menggelar Bazar Santri dengan menyajikan berbagai macam kuliner seperti makanan ringan hingga minuman dan juga barang-barang kekreatifan.

Para Pengunjung bukan hanya dari kalangan santri, siswa dan para guru di Madrasah Ahlussunnah Waljmaah, para tetangga yang rumahnya juga berdekatan dengan Pesantren Aswaj juga ikut memeriahkan Bazar Santri Tersebut.






22 Oktober 2023

Keseruan Malam Puncak Festival HSN di PP ASWAJ Ambunten Sumenep

Festival Hari Santri Nasional dilaksanakan di Halaman Madrasah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep Mulai tanggal 22-23 Oktober 2023.

“Pelaksanaan Hari Santri Nasional di Pesantren Aswaj tahun ini nuansanya berbeda, dimeriahkan beberapa kegiatan, diawali tadi pagi dengan upacara HSN sekaligus pembukaan acara, dilanjutkan pada malam harinya dengan malam festival dan besok pagi bazar santri”. Kata Ustadzah Raudhatul Hasanah, usai acara malam festival santri.

Semarak malam festival HSN ini dihadiri oleh para Asatidz/Asatidzah Madrasah Diniyah Ta’miliyah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah (MDT ASWAJ) Ambunten Sumenep. Juga dihadiri oleh KH. Muh Unais Ali Hisyam Pengasuh Pesantren Aswaj sekaligus beliau pengisi Mau’idzoh Hasanah pada acara malam ini.

Dalam isi Mau'idzoh Hasanah pada malam festival HSN kali ini, beliau menyampaikan beberapa keterangan terkait dengan santri, dalam penyampaian dawuh beliau, penulis merangkum beberapa penjelasan yaitu sebagai berikut :

            “Pada tanggal 17 Agustus 1945 negara Indonesia dinyatakan merdeka namun, negara Indonesia tetap dijajah oleh negara lain sehingga pada taggal 22 Oktober 1945 Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari memfatwakan kepada santrinya untuk mengangkat senjata dan melawan negara tsb sehingga peristiwa tersebut dinamakan hari santri. Kemudian diresmikan pada tahun 2015 oleh Presiden RI yaitu Ir. Joko Widodo menjadi HSN (Hari Santri Nasional)”.

“Santri bukan hanya yang berdiam diri di tembok pesantren melainkan orang yang bermoral dan berakhlak santri juga dinamakan santri”.

“Tugas santri hanya ada dua yaitu berfikir atau berdzikir, yang dimaksud berfikir yaitu belajar dengan bersungguh-sungguh sedangkan yang dimaksud dengan berdzikir adalah selalu mengingat Allah SWT”.

من يرد الله خيرا يفقهه فى الدين

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah SWT menjadi orang baik, maka orang tersebut akan diberikan pemahaman terhadap agama”.

Beliau juga memberikan ijazah agar terhindar dari berfikir maksiat

“Dari Imam As-Sya’roni beliau mengatakan bahwa ketika ingin menjernihkan fikiran kita yaitu dengan cara meminum seperti cara minumnya Rasulullah SAW yaitu membaca basmalah ketika hendak meminum dan hamdalah setelah minum dan mengulangnya sebanyak 3x”.

Beliau KH. Muh Unais Ali Hisyam juga menceritakan tentang kisah “Makanan dari orang shalih yang dermawan adalah obat (طعام الكريم دواء )”

“Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal menceritakan kehebatan ilmu yang dimiliki oleh gurunya yaitu Imam Syafi’i kepada putra-putrinya, sehingga putra-putri dari Imam Ahmad bin Hanbal merasa penasaran dengan keilmuan yang dimiliki oleh Imam Syafi’i.

Ketika Imam Syafi’i bertamu dan menginap dirumah Imam Ahmad bin Hanbal, putra putri Imam Ahmad bin Hanbal merasa sangat senang dan berharap bisa melihat apa saja yang dikerjakan imam Syafi'i serta mendengar ucapan-ucapannya. Lalu beliau menyuguhkan banyak makanan dan Imam Syafi’i memakan makanannya dengan lahap. Dan disitupun putra putri Imam Ahmad bin Hanbal keheranan karena Imam Syafi’i makan terlalu banyak.

Kemudian setelah makan Imam Syafi’i masuk kedalam kamarnya dan disitu pula putra putri Imam Ahmad bin Hanbal mengamati dan berfikir terhadap amalan apa yang dilakukan oleh Imam Syafi’i sehingga Imam Ahmad bin Hanbal sangat megagumi beliau, pada saat putra putri Imam Ahmad bin Hambal  melaksanakan shalat malam ia melihat Imam Syafi’i di dalam kamar sedang tidur terlentang. Selang beberapa saat masuk waktu sholat subuh lalu terlihat Imam Syafi’i keluar dari kamar dan langsung melaksanakan sholat subuh. Putra putri  Imam Ahmad bin Hanbalpun keheranan karena ia tidak melihat Imam Syafi’i berwudhu’ terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat. Iapun menanyakan hal ini kepada ayahnya

“Apakah beliau adalah Imam Syafi’i yang kau kagumi kehebatannya wahai ayahku? Sebab semalam kami tidak melihat beliau berdzikir dan shalat malam serta kami melihat 3 hal yang aneh. Ketika kita sajikan makanan kepada Imam Syafi'i, dia makan banyak sekali dan ini berbeda dengan yang ku dengar. Ketika masuk kamar, dia tidak beribadah shalat malam dan ketika shalat subuh bersama kita, dia shalat tanpa wudlu."

Keesokan harinya Imam Ahmad bin Hanbal menanyakan apa yang dilihat oleh putra putrinya kepada Imam Syafi’i, kemudian beliau berkata :

            "Aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal dan engkau adalah orang mulia nan dermawan, dan makanan orang yang mulia dan dermawan adalah obat, sedangkan makanan orang bakhil adalah penyakit. Jadi, aku makan bukan untuk kenyang tapi untuk berobat dengan makananmu.

           Adapun semalam aku tidak shalat malam, hal itu dikan   renakan ketika aku meletakkan kepalaku untuk tidur, aku melihat seolah-olah Al-Qur'an dan Hadits berada didepanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yang ku susun untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangi antara diriku dan shalat malam.

Adapun ketika shalat subuh bersama kalian aku tidak wudlu, maka demi Allah tidaklah kedua mataku tertidur hingga aku butuh memperbaharui wudlu. Semalam suntuk aku terjaga, jadi aku shalat subuh bersama kalian dengan wudlu shalat Isya'." Kemudian Imam Syafi'i berpamitan dan pulang.

Setelah penyampain Mau'idzoh Hasanah yang dilanjutkan dengan do'a oleh beliau, kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan-penampilan yang sangat memukau dan menarik baik dari santri putra maupun santri putri.penampilan yang di sajikan tersebut merupakan bentuk dari ajang kreasi santri di pondok pesantren Ahlussunnah Waljama'ah Ambunten Sumenep.

 

Gelar Upacara Memperingati HSN 2023 PP ASWAJ Ambunten Sumenep



Momen Hari Santri akan selalu teringat sebagai sejarah yang tak bisa terlupakan, dimana pada saat itu santri dengan gagah berani ikut berjuang demi kemerdekaan
negara Indonesia serta melawan penindasan kolonialisme. Walaupun banyak pertumpahan darah yang menjadi lambang jiwa yang mulia hingga gugur sebagai syuhada.

Untuk sekian kalinya, pesantren yang terletak di Dusun Jung Torok Laok, Ambunten Timur, Ambunten, Sumenep, Madura itu kembali menggelar perayaan Hari Santri Nasional (22/10/2023).

Upacara dimulai tepat pada pukul 07.00 bertempat di halaman Pondok Pesantren Putra Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep. Upacara HSN kali ini tidak hanya dihadiri oleh para siswa dan juga segenap dewan guru Madrasah dari semua jenjang baik dari tingkat KB, TK, MI, MTs maupun MA ASWAJ, Pengurus PAC Kecamatan Ambunten juga menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten sumenep.

Membacakan sambutan Kepala Madrasah Tsanawiyah yaitu Bapak Buzairi, M.Pd.I yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan bahwa santri dalam kesejarahannya selalu aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil santri tidak pernah mengatakan tidak, santri selalu siap mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Peringatan Hari Santri bukan hanya milik santri semata, hari santri juga milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

Beliau juga mengajak seluruh peserta upacara untuk bersama-sama mendo’akan para pahlawan yang sudah gugur di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.

FOTO DOKUMENTASI









27 Agustus 2023

Upacara Bendera HUT RI ke 78 PP. ASWAJ Ambunten Sumenep

Ambunten, 17 Agustus 2023


Tepat pada hari Kamis Taggal 17 Agustus 2023 Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-78.

Upacara berlangsung tepat pada pukul 07.00 yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah yaitu KH. Muh Unais Ali Hisyam, kemudian para masyaikh PP. ASWAJ yaitu Ny. Hj Shofiyah Zubaidi, Ning Khodijatal Fayha Unais, Ning Mas Muzayyanah Basyaiban beserta para dewan guru dari tingkat MI, MTS, maupun MA Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep.

Dalam upacara HUT  RI Ke 78 ini KH. Muh Unais Ali Hisyam selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep sebagai inspektur upacara dan pembaca Teks Pancasila.

Upacara diawali dengan laporan komandan upacara yaitu saudara Moh Kholik Fadholi kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Paskibraka yang dipimpin oleh saudara Abulaits Febrianto diiringi oleh lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh Team Paduan Suara Madrasah Aliyah Ahlussunnah Waljamaah.

Selanjutnya mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang yang di pimpin oleh inspektur upacara, kemudian pembacaan teks UUD 1945 oleh saudari Kholilatul Latifah dan di tutup dengan pembacaan doa yang di bacakan oleh saudari Zakiyah Belkis Suhaidi.

Kemudian setelah upacara selesai di lanjutkan dengan agenda foto bersama para masyaikh PP. ASWAJ dan pembagian hadiah terbaik Mosba Angkatan 2023 yang di serahkan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah, tak lupa pula dengan pembagian hadiah pemenang lomba Agustusan 2023 yang diberikan oleh para ustad/ustadzah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep.

FOTO DOKUMENTASI










24 Oktober 2022

Semarak Upacara Hari Santri PP Aswaj Ambunten Sumenep











Pada hari Sabtu (22/10/22) bertepatan dengan Hari Santri Nasional, atas arahan bapak pimpinan, tidak kurang dari 200 Santri PP Aswaj berkumpul di Halaman Pondok Pesantren Aswaj Putra untuk melaksanakan Upacara Hari Santri Nasional. Kegiatan rutin ini juga dihadiri oleh semua siswa dan siswi dari jenjang MI, MTS maupun MA .

Persiapan upacara ini relatif singkat, akan tetapi tidak mengurangi kehidmatan dan kelancaran acara. Para Santri berbaris Rapi di halaman Pondok Pesantren Putra, dipimpin Oleh Pemimpin Upacara yang di pimpin langsung Oleh saudara Muh Kholiq Fadholi santri Aswaj asal Pasean Pamekasan. bertindak sebagai inspektur Upacara, Bapak pimpinan Pondok Pesantren Aswaj, KH. Muh Unais Ali Hisyam M.Pd. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Aswaj Putra dengan gagah dan serempak memasuki lapangan Upacara untuk mengibarkan duplikat sang saka Merah Putih diiringi oleh Paduan Suara Indonesia Raya yang dibawakan oleh Santriwati PP Putri Aswaj. Upacara ini dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa para Ulama dan Santri terdahulu yang telah berjuang ikut mengangkat senjata dengan semangat jihad untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Dalam Upacara, bapak pimpinan menyampaikan tentang Fatwa Jihad yang kami tulis dan disingkat sedemikian rupa yaitu "jika mau menjadi orang besar, maka harus mau dididik oleh orang besar" kemudian beliau berpesan "bahwa hari ini anda semua adalah anak-anak tapi sepuluh tahun lagi anda yang akan menjadi pemimpin, maka persiapkanlah diri dan mental anda untuk menjadi pemimpin". kira kira seperti itu penyampaian amanat dari beliau.

Hari Santri Nasional 2022 bertemakan "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan" yang berartikan : Berdaya menjaga martabat kemanusiaan bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. 

Setelah upacara berjalan dengan lancar, kemudian akan dilanjutkan dengan penutupan yang akan kami tampilkan beberapa santriwan dan santriwati yang bertugas dalam memperlancar acara tersebut sebagai berikut :

Protokol yang dibawakan oleh saudari Faizatul Maulidia asal Pasean Pamekasan, kemudian dilanjut dengan pembacaan Pembukaan UUD yang dibacakan oleh saudari Arfiyah asal Sepudi Sumenep, lanjut dengan pembacaan Teks Resolusi Jihad yang di bacakan oleh saudara Wahyu Nurul Hidayat asal Rubaru Sumenep dan pembacaan Ikrar Santri yang di bacakan oleh saudari Diana asal Pasongsongan Sumenep, dan diikuti oleh semua santri, sedangkan pembacaan Teks Pancasila di bacakan langsung oleh KH. Muh Unais Ali Hisyam, dan yang terakhir pembacaan doa yang dibacakan oleh saudara Helmi ardabili asal Dasuk Sumenep. 

Pewarta : Uyung/Cholish