Asrama PP. Aswaj Putra

Asrama PP. Aswaj Putri

Kaligrafi 1

Kaligrafi 2

Kaligrafi 3

Kaligrafi 4

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

30 Agustus 2024

"Kibarkan Bendera Indonesia" karya Santri PP ASWAJ Ambunten Sumenep


INI PENAKU

                                                By : @Alifia as Zahro

                                               @alfyazhrr

Benang darah  dan tulang yang menyatu

Kepak sayap memeluk sila indonesiaku

            Bisakah aku mengenangmu?

            Tanpa aku tahu tajamnya bambu runcingmu

Hanya lubang yang menjadi saksi bisu

Dengan bendera yang berkibar haru

 

09 Mei 2024

“ Cairo Mesir “

 

Sejauh keinginan memandang

Menempati tanah yang gersang

Tandus…

Dengan bangunan yang tinggi

Setinggi alunan ambisi

Harapku bisa kugapai

Mengejar cita hingga sampai

Mesir…

Aku ingin kesana

Pergi ke piramida giza

Lalu menikmati indah sungai nilnya

Sungguh, begitu mempesona



 

Karya : Garis Pena

01 Februari 2024

HATIMU BUKAN MATAMU

 


Aku jiwamu

Yang selalu berada dibayang mu

Aku dirimu

Yang selalu merasakan nafasmu

Aku tentangmu

Tentang apa yang ku alami

Dan

Aku tahu dimana arah matamu

Memandang hilangnya seseorang yang kau sayang

Yaitu DIRIKU SENDIRI

Yang pergi karna tak lagi BERARTI dihidupmu

Aku tahu semua itu,

Dari HATIMU bukan MATAMU


Karya: Siti Safinatul Maulidaniyah

22 Desember 2023

Bingkisan Cinta Untuk IBU Karya Santri PP ASWAJ Ambunten Sumenep

 

TO MY MOTHER

Oleh : Sarirotul Kutsiyah

Kelelahan yang tak terhenti

Kesemangatan yang diawali

Dengan apa aku balas nanti

Jasa-jasa mu yang tak bisa terhitung lagi

 

Dirimu yang sudah membuatku

Dari tak tau menjadi sosok yang tangguh

Dirimu yang sudah membesarkan ku

Dari kecil sampai tumbuh seperti dirimu

 

TERIMAKASIH……….!

Buat dirimu yang sudah lelah

Demi anak yang tidak bisa membuatmu bangga

 

                                                       THE MY MOTHER

Oleh : Nur Imamah

Deraian arus kasih sayangmu

Terus mengalir kepada anak anakmu

Sujud doamu selalu terbelai menyelimuti jiwaku

Selalu kau sertakan namaku dikedua sujudmu

Walau terkadang ku tak sengaja menyakitimu

MAAF…….

Maafkan aku bunda

Yang terkadang menyusahkan mu

Maafkan aku bunda

Yang terkadang mengganggu jiwamu

Dengan suara bising kenakalanku

Tapi apa, aku masih tetap menjadi kesayanganmu

Terimakasih bunda…..

Berkatmu aku tau makna kehidupan

 

                                                               THANKS MY MOTHER

                                                             Oleh : Alifa Elliana

Mama ……

Dengan apa aku membalas budimu

Dengan apa aku bisa melihatmu bahagia

Dengan apa aku bisa membuatmu tertawa

KAU………

Tidak mengenal lelah membesarkan ku

Tidak pernah mengeluh walau lelah

Pantas jika engkau menghukumku atas kesalahanku

Engkau guru pertama yang mengenalkan aku pada seisi dunia

Dan engkau yang mengajarkan lelah tanpa mengeluh

Terimakasih atas didikanmu

Terimakasih atas pengorbanan dan perjuangan mu

Terimakasih banyak mama……

MALAIKAT TAK BERSAYAP

Oleh : Siti Ayu Nifah

Teruntuk engkau ibuku

Engkau yang bekerja tanpa pamrih

Tak pernah kau mengharap secuil jasa

Engkau yang telah bersusah payah membesarkanku

Hingga menjadi aku yang sekarang ini

Engkau yang rela membanting tulang demi kebahagiaanku

Yang tak berharap apapun dariku

Ibu aku ini anakmu

Yang tak bisa menghadiahkanmu permata

Namun yang ku punya hanyalah doa

Maaf!

Maafkan aku ibu

Terkadang aku tak sengaja membuat hatimu terluka

Dan tanpa sadar membuatmu meneteskan air mata

Aku yang sering membuatmu lelah

Dengan sikap dan ambisiku

Yang tak mau kau turuti

Aku malah membuatmu kacau dan bahkan kecewa

Maafkan kau ibu

Aku menyayangimu

PENYESALAN

Oleh: Resi Agustin

Meski kau bukan separuh hasratku

Kau tetap berjuang demi orang yang baru kau kenal

Kau tetap berjuang meski rasanya melelahkan

Tapi …….

Diri ini menyesal sudah menyia-nyiakan sosok sepertimu

Sampai sekarang

Hingga detik ini

Diri ini sudah sadar

Bahwa kau sosok yang lebih baik darinya

IBU

   Oleh: Putri Kharisma

Wahai ibuku

Engkau malaikat syurgaku

Engkau rela mengorbankan nyawamu demi diriku

Engkaulah yang melahirkanku

Ibu….

Aku berterimakasih padamu

Berkat ibu ku terlahir sehat kedunia

Kuberharap aku bisa membanggakan mu

Dan aku beharap semoga kita tetap bersama di dunia maupun diakhirat

Terimakasih ibu

 

 

15 Desember 2023

Kumpulan Puisi Keren Ala Santri 2023


HILANG

Karya : Resi Agustin

Sekarang ku tak tahu alur hidup ini

Diri ini bingung tak tahu mau kemana

Semua ku lontarkan dalan doa

Tapi entah mengapa semua yang terjadi saat ini

Bukan apa yang aku inginkan

Kekecewaan dan penyesalan

Yang ada dalam benakku saat ini…………

 

AKU TAHU

Karya : Aisyatur Ridha

Beberapa resah sudah tercurah

Tentang pribadi yang goyah

Seolah diri seperti sampah

Alur kehidupan tidak berarah

TIDAK TAHU………

Aku tidak tau,

Jangan tanyakan alasan tentang itu

Karna, sungguh aku tidak tau itu

Memang bejat…….

Kuakui itu…….

Tapi jangan buat ku hancur

Perasaan ku sudah lebur

Jangan paksakan untuk terkubur

MAAF.

Itu semua tidak dapat ku ukur

Aku tau itu

 

TAMPARAN

                                                       Karya : Siti Safinatul Maulidaniyah

Sakit disini ……

Dihati yang terus saja kau injak

Sakit disini…….

Diraga yang terus saja kau hina

Semua tak seperti apa yang kau fikir

Dan tak se alur dengan apa yang kau tuduh

Aku lelah dengan semua itu……

Aku tak mampu beradu

Dan aku tak mampu membantah keputusanmu

Mungkin benar…..

Aku memang salah dan,

Harus menerima tamparan kenyataan

Namun perlu kau ketahui

Aku tak seperti apa yang kau curigai

Dan maaf ,

Karna telah hancurkan apa yang kau percayai

 

DIRIKU SENDIRI

Karya: Siti Ayu Nifah

Sunyi….

Sepi hidup tanpa keluarga

Menagih kasih sang ibunda juga ayahanda

Diriku ini….

Terperangkap disini

Hanya untuk sang ilahi

Tetesan air mata

Melunturkan segalanya

Akan tetapi semua kelak akan berbeda

Karna manfaat ilmu dan barokah

 

MENTARI YG DATANG SETELAH BADAI

Karya: Nur Imamah

Saat alunan rasa terbawa suasana

Saat perasaan mulai berwajah suka

Nan tumbuh berbunga cinta

Diriku yang sasar nan tak berarah

Terpaku terbelenggu nan terhipnotis

Hanya karna cinta

Wajahmu yang tak pernah sirna

Membuat mataku selalu terpanah

Seakan –akan pernak pernik perhiasan

Yang selalu menghiasi pikiran

 

PENYEMANGAT

Karya: Sarirotul Qutsiyah

Sorak semangatmu membangkitkan ku

Dari kata menyerah karna lelah

Ku lihat semangatmu itu

Yang selalu kau tempuh

Hingga semangatmu mencucuri diriku

Kau ucapkan beribu-ribu kata

Yang membuat diriku semangat

Untuk menuju kesuksesan

 

MERINDU

Karya: Putri Kharisma

Aku merindukannya namun dia selalu membuatku kecewa

Aku yang selalu menangisi dia sepanjang malam

Mungkin,

Dia tidak pernah kecewa mempunyai adek yang sepertiku ini

Adek yang selalu memikirkan egonya sendiri

Tetapi tidak pernah memikirkan akan keadaan keluarganya

Apalah dayaku ini

Yang hanya memikirkan diriku sendiri

Dan tak pernah bersyukur akan keadaannya

Yang selalu melihat orang dari segi penampilannya

 

 

17 November 2023

Surat Cinta Untuk PALESTINA

 

SAUDARAKU PALESTINA

Karya : Siti Safinatul Maulidaniyah


Isak tangis kian menggema

Sekelompok peluru tertancap dimana-mana

Suara takbir mendunia

Menandakan perang yang tak kunjung reda

Bisakah kita mengatasinya?

Palestina

Saudara kita yang terluka

terombang ambingkan ledakan

yang dengannya si jago merah melahap semuanya

rudal yang menderu selalu saja merajalela

merusak tatanan negaranya

Cuh, Wasterling tak biadab!

Yang selalu saja mengusik saudara kita

Darah kian tumpah dimana-mana

Namun mereka tetap bertahan untuk merdeka

Salam sejahtera Palestina

Tetaplah berpegang teguh pada agama

Bersabarlah dan percayalah

Semua akan indah pada waktunya

Allahu Akbarrr...

Merdeka...

Saudaraku Palestina


TO PALESTINA

Karya : Nur Imamah

 

Lantunan do’a untukmu

Telah terselip diantara sujudku

Saat padang pasir buta warna

Kelap kelip lilin berwajah api

Silih berganti peperangan bulan dan matahari

Sungguh embun menetes beraroma darah

Mengaliri nafsu jiwa yang terjajah

Ada apa dengan dunia?

Sekarang ini Gaza sedang sengsara

Tapi apa duniasa hanya diam saja

Terpaku, terbelunggu nan tak berdaya

Hanya karena ancaman Amerika

Tuhan, bantu mereka

Kuatkanlah mereka

Untuk menghadapi semuanya

                                                                                                                                                                      

KAPAN BAHAGIA?

Karya : Alifa Elliana


Hari-hari penuh kebisingan

Pasukan tempur menyerang

Berjuta bom menjatuhkan banyak bangunan

Setiap hari berjuang

Dalam memusnahkan peperangan

Setiap hari, setiap waktu selalu berdo’a

Berharap masih ada hari esok untuk bahagia

Tiba disaat hari yang berbahagia

Sedangkan Palestina sedang sengsara

Beribu tentara telah dikirim untuk membantu

Membawa kabar gembira keseluruh dunia

Yang sudah membela dan memberi semangat

Bagi saudara kita di Palestina


STRONG TO PALESTINA

Karya : Sarirotul Kutsiyah


Sekarang...

Dirimu sedang tidak baik-baik saja

Anak kecil yang tak berdosa

Tetaplah menjadi korbannya

Hari demi hari

Yang tak pernah ada kebahagiaan

Hanya berisi ledakan bom yang menghancurkan seluruh tanah palestina

Do'a yang dapat kami sampaikan

Untuk dirimu yang sedang mempertaruhkan

Nyawamu kelak akan menjadi pembuktian

Atas segala pengorbanan yang kau lakukan

 

PENGORBANAN

Karya : Sitti Ayu Nifah


Sura tangisan terdengar keras ditelinga

Tetesan air mata membasahi wajah mereka

Hamburan manusia yang tergeletak berlumur darah dimana-mana

Mereka korbankan nyawa demi tanah mereka

Ribuan bom berjatuhan bagaikan hujan kematian

Tanpa rasa lelah mereka kibarkan bendera hingga akhir hayat mereka

Tiada hentinya mereka berdo’a

Memohon perlindungan pada yang kuasa

Tuhan…

Lindungilah mereka

Yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa

Sedangkan kita hanya bisa mengirimkan do’a

Untuk saudara kita disana


NEGARA BERCUCUR DARAH

Karya : Putri Karisma


Siapakah negara itu ?

Salah negara yang kau sakiti

Negara suci yang pernah Rasulullah tempati

Apakah ini termasuk hari akhir?

Iya…

Mungkin ini adalah tanda-tanda akhir

Bumi yang telah rusak bagai petir

Terhampar makhluk yang berlebur

Meneteskan darah hingga bercucur


10 November 2023

Pernak-pernik Cipta Puisi Karya Santri PP. ASWAJ

Hilang

Karya : Aisyatur Ridha

Saat ini aku terlelap

Entah apa yang membuatku lenyap

Dia ada namun aku terluka

Tidak membuatku bahagia

            Tidak tahu mengapa?

            Apakah ini yang dimaksud sandiwara?

Rasa itu,

Rasa yang pernah ada

Sekarang hanya berirama

Namun tidak senada

            Semuanya telah kharab

            Untuk jiwa yang tengah berharap

Seribu hasrat kini sudah goyah

Karna pikiran yang lelah

Dan jiwa yang lemah

Semuanya sudah tak berarah

            Aku tersayat

            Namun aku masih tertawa

            Hatiku perih

            Sejak kehilangan sejuta kasih

 

 

MAUJU’ QOLBI

Karya: Siti Safinatul Maulidaniyah

Dirasa…..

Namun tak mampu diraba

Sakit…….

Namun tak mampu berbicara

Trauma…..

Yang selalu saja berirama

Kisah yang ku tempuh

Seakan mati tanpa aba-aba

Semesta tak adil…

Menghakimi hidupku tanpa berfikir

Apakah aku tak pantas bahagia?

Apakah aku harus menderita?

MAUJU’ QOLBI

Sakit namun kasat mata

 

LETIH

Karya: Alifa Elliana

 

Menangis tanpa henti

Meratapi nasib pada sang kekasih

Yang tak kunjung dikabari

Sampai pada akhirnya aku merasa risih

Kepada diriku sendiri

            PASRAH……….

            Pada akhirnya aku menyerah

            Sudah biarkan saja

            Jangan terlalu kecewa

            Kepada apa yang dilihat oleh mata

Kemarin aku bahagia

Sekarang aku terluka

Sebab terlalu cinta

                                                                                                                    

AYAH

Karya: Nur Imamah

Dialah sosok yang menjadi tiang hidupku

Dia bak mentari yang tak pernah terkujur kaku

Tak pernah menyerah juga tak pernah rapuh

Bontang banting tulang demi menafkahi keluargaku

Setapak jalanan hitam yang terkadang menyakitinya

Hembusan angin nan derasnya hujan

Mampu ia lewayi dengan doanya

Lelah keringatnya ia hapus dengan kesabaran

Demi untuk masa depan walau terkadang sangat menyakitkan

Siroda dua terus berputar demi sekeping uang

Walau sekejap banyak ocehan orang

Terimakasih pahlawan

Berkatmu AYAH,

Aku tahu makna kehidupan

 

DIAM

Karya: Resi Agustin

Diammu membuatku heran

Diammu membuatku bisu

Diammu membuatku berubah

Mungkin kau tak menyadari

Kau telah membuatku begini

                                          Setiap hari kau menatapku

                                          Seakan aku bersalah

                                          Kau diam pun seakan membuatku juga bersalah

                                          Sampai sekarang pun fikiranku

                                          Bartanya-tanya tentang perhatianmu

Dan sampai sekarang pun

Pikiran ku tetap bertanya-tanya

Apakah ini caramu mempertahankan semuanya?

 

AYAH DAN IBU

Karya: Putri Karisma

Dia adalah pahlawanku

Dia yang selalu memberi semangat untukku

Dia yang selalu ku sebut disetiap doaku

Dia yang selalu mendoakan ku sampai meneteskan air matanya

Dan suatu hari nanti giliranku yang akan merawatnya


SANG TAULADAN

Karya: Sarirotul Qutsiyah

Berjuang……

Tanpa rasa letih

Bertahan…….

Demi terselamatkan

Perjuangan……

Tak akan terlupakan  

Bertahan….

Demi umatnya terselamatkan

Kesabaran yang tak terbandingkan

NABI MUHAMMAD SAW

SEGENAP DO’AKU

Karya : Sitti Ayu Nifah

Saat aku mengagumi seseorang

Kujadikan cinta itu seperti embun pagi

Yang menyejukkan wajahku

Sesejuk air wudhu’

Sehingga aku tak pernah lupa untuk menghadap-Mu

Saat aku mengagumi seseorang

Kujadikan orang itu

Panutan langkahku

Agar aku tetap berjalan lurus di jalan-Mu

Saat aku telah memiliki seseorang

Jadikanlah dia teman sejati

Yang selalu membimbing dan mengingatkanku

Tuk selalu bertakwa kepada-Mu

Berikan kami kebahagiaan pelita dan penerang

Sehingga kami tak tersesat

Saat berada di dunia yang serba melihat

Dan jadikan kami orang-orang yang kelak menghuni surga-Mu

Yang abadi