Asrama PP. Aswaj Putra

Asrama PP. Aswaj Putri

Kaligrafi 1

Kaligrafi 2

Kaligrafi 3

Kaligrafi 4

14 September 2023

Inikah Takdirku

Oleh : Mutik Syukri*

Ini adalah kisah seorang gadis perindu, namanya Natali, dia merupakan sosok yang di penuhi oleh senyuman yang tak pernah pudar dalam hidupnya. Begitupun kebahagiaan selalu menyertai Natali di setiap langkahnya.

Pada hari-hari biasanya, Natali pergi ke sekolah, dia berangkat dengan diantar oleh seseorang yang amat dicintainya yang tak lain adalah Radit, dia adalah kekasih Natali. Keduanya telah lama menjalin asmara dan di tahun ini merupakan tahun ke empat mereka menjalin ikatan yang mereka menyebutnya “Jalan Menuju Kebahagiaan”, kasih sayang yang diberikan Natali kepada Radit tak pernah terhenti, begitupun sebaliknya, Radit pun tak pernah menoleh ke cewek lain yang lebih mempesona dari Natali. Ikatan cinta keduanya telah sering diterpa cobaan, namun dengan keyakinan dan komitmen keduanya tetap menjalin hubunganbukan hanya itu bahkan keduanya semakin harmonis dan romantis walau dihujam beribu-ribu masalah.

Pada suatu ketika natali bertanya kepada radit,

“Sampai kapan engkau akan berada di sampingku?”, 

Aku akan pergi jika si bisu berkata kepada si tuli bahwa si buta melihat si lumpuh berjalan” ucap Radit seraya tersenyum. 

Setelah mendengar jawaban dari Radit lalu wajah Natali dipenuhi oleh raut harapan dan kesenangan.

***

Suatu hari setelah pulang sekolah, tidak seperti biasanya ayah Natali menjemputnya, Natali pun kaget melihat ayahnya datang. Karena, ayah Natali biasanya masih ada di kantor saat ia pulang sekolah.

“Ayo cepat masuk ke dalam mobil” ujar ayah Natali,

Baik yah, aku akan segera masuk” jawab Natali sambil berjalan ke mobil, “Nak setelah sampai di rumah kamu harus ganti baju dengan pakaian yang rapi” kata ayah Natali sambil menyetir mobil,

“Emang ada apa yah, kok aku harus berpakaian yang rapi” tanya Natali, “Sudahlah kita lihat saja nanti, karena ini adalah kejutan” jawab ayah Natali sembari tersenyum.

Setelah sesampainya di rumah, Natali pun langsung berganti pakaian dan ia menemui ayahnya yang sedang berada di ruang tamu. Natali kembali bertanya kepada ayahnya,

Emang ini ada apa sih kok aku harus berpakaian rapi begini?” tanya Natali dengan wajah penasaran, namun ayah Natali pun cuma terdiam sembari tersenyum.

Tak lama setelah itu tiba-tiba datang dua orang laki-laki dan ternyata dia adalah teman kerja ayah Natali beserta putranya, karena merasa gak enak, akhirnya Natali pergi dari ruang tamu dan pergi ke kamarnya.

Setelah kedua tamu ayahnya pulang, akhirnya ayah Natali pergi menemuinya.

“Nat, ayah masuk ya?” tanya ayah natali,

“Silahkan yah” jawab Natali yang sedang berada di dalam kamarnya, “Tumben ayah menemuiku bukannya tadi ayah sedang ada tamunya?” tanya Natali dengan nada yang sedikit keras,

“Owh soal itu, tamu ayah sudah pulang tadi dan ayah ingin memberitahukan sesuatu kepada kamu” jawab ayahnya sembari tersenyum,

“Tentang apa yah?” tanya Natali dengan wajah penasaran,

Kamu itu ayah jodohkan dengan putranya teman ayah” jawab ayah Natali, Setelah mendengar jawaban ayahnya, secara tak sengaja air mata pun berlinang membasahi raut wajah Natali. Ayahnya merasa bingung

“Kenapa kamu nangis Nat?, bukannya ini hal yang bagus?” tanya ayah Natali,

“Gimana sih, bukannya ayah sudah tau kalau aku itu sudah punya radit yang sangat menyayangiku” jawab natali sambil menangis,

“Sudahlah, turuti saja kata ayah, karena ini juga keinginan ibumu” tutur ayah Natali sambil berjalan keluar kamar.

Setelah itu, Natali langsung menelfon Radit,

Halo, Dit kamu ada di mana sekarang?“ tanya Natali,

“Aku sekarang lagi ada di rumah, emang ada apa kok tumben kamu menelvonku jam segini?” jawab Radit berbalik tanya dengan heran,

“Aku ingin memberi tahu sesuatu Dit”  jawab Natali sambil di guyur air mata, “Kenapa kamu nangis Nat?” tanya Radit dengan begitu herannya,

“Dit, ayahku telah menjodohkanku dengan anak teman sekantornya” jawab Natali dengan di penuhi kekecewaan,

“Apa? kamu serius Nat, tolong jangan bercanda ?” tanya radit dengan wajah serius

“Beneran Dit, ayahku yang menjodohkanku, bukan hanya itu bahkan ayahku tidak menghiraukan keberadaanmu” jawab Natali,

“Ya, kalau begitu apa boleh buat lagi pula itu sudah perintah orang tuamukan, jadi turutilah” ujar radit dengan tegarnya,

”Terus hubungan kita  bagaimana? apa akan berakhir dengan tragis?” tanya Natali dengan nada yang lemah,

”Ya, anggap saja kita gak pernah kenal dan gak pernah menjalin hubungan apa-apa” jawab Radit dengan begitu tenangnya

“Kok kamu gitu sih Dit, bukannya kamu sudah berjanji padaku kalau kamu akan selalu bersamaku sampai kapanpun?” tanya Natali dengan begitu herannya,

“Aku melakukan hal ini, karena aku ingin kamu bisa moveon dariku dan bisa fokus sama jodoh pilihan ayahmu, lagi pula ridho ilahi berada pada ridho orang tuamu dan untuk apa menjalin ikatan jika tidak mendapat restu dari orang tuamu” jawab Radit.

Setelah Natali mendengar kata-kata dari Radit, ia pun terdiam seketika, nampaknya bagi Natali ini adalah akhir dari perjalanan kisah cintanya dengan Radit yang telah lama mereka jalani. Karena Radit sudah gak sanggup lagi mendengar rintihan air mata Natali, akhirnya Radit pun menutup telfonnya dan meninggalkan Natali sendirian, kini kesunyian mulai mendekam kebahagiaan Natali.

***

Pada keesokan harinya, Natali pergi untuk menemui Radit di rumahnya “Permisi” ujar Natali sembari mengetuk pintu rumah Radit,

Berselang kemudian, akhirnya ada yang membukan pintu rumah Radit dan ternyata itu adalah mamanya Radit,

Oh ternyata pacarnya Radit, maaf ya lama menunggu soalnya tante lagi sibuk” ujar mamanya Radit

“Apa Raditnya ada tante?” tanya natali,

“Raditnya baru aja keluar barusan” jawab mamanya Radit sembari tersenyum

Oh, ya udah kalau begitu Natali pamit pulang dulu ya tante” pamit Natali dengan nada lembut

Enggak mau nunggu Raditnya pulang dulu?“ tanya mamanya radit,

Tidak usah tante” jawab Natali. Akhirnya Natali pulang dengan rasa  kecewa yang menyelimuti dirinya.

Tak lama berselang, akhirnya Radit pun pulang dan dia langsung menemui mamanya yang sedang menonton televisi di ruang tamu,

“Aku pulang”  ujar Radit dengan begitu lantangnya,

“Kamu dari mana saja sih Dit?” tanya mamanya

“Biasalah mam, baru datang jalan-jalan mumpung hari ini libur” jawab Radit, “Tadi ada pacarmu kesini dan dia nyari kamu” ucap mama Radit

“Maaf ya mam sebelumnya, jangan sebut lagi soal itu karena mulai sekarang Natali sudah bukan pacarnya Radit “ jawab Radit dengan serius, setelah mendengar kenyataan itu tiba-tiba mamanya bangkit dari tempat duduknya,

“Emang ada masalah apa Dit, kok kamu bisa putus dengan Natali?” tanya mama Radit dengan sedikit emosi,

“Sabar dulu dong mam, aku punya alasan kuat kenapa aku putusin Natali” jawab Radit dengan tergesa-gesa

“Emangnya alasan apa yang bisa membuatmu mutusin Natali begitu saja?” tanya mamanya dengan serius,

“Natali telah di jodohkan oleh ayahnya dengan orang lain mam” jawab Radit dengan rasa kecewa,

“Mama paham dengan apa yang kamu rasakan saat ini, dan mama rasa itu adalah keputusan yang terbaik untuk masa depan kalian” ujar mama Radit sembari tersenyum, Radit pun tersenyum juga seakan dirinya sejalan dengan mamanya. Agar Radit bisa benar-benar bisa melupakan Natali, ia pun pindah sekolah ke tempat yang jauh agar Natali tidak bisa menemukannya, meskipun merasa asing di sekolah barunya, namun Radit merasa cukup bahagia walau dia tidak bertemu lagi dengan Natali.

***

Tiga tahun telah berlalu, semenjak Radit memilih memutuskan natali dan menghilang dari sudut pandangan Natali, akhirnya Radit bertemu dengan sosok yang hampir sama dengan wajah Natali yang selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan senyuman. Benih luka-luka lama kian bersemayam dan iapun mulai di hantui remang-remang kerinduan kepada Natali. Radit biasa memanggilnya Silvia, ia adalah teman kuliah Radit, mereka telah lama berteman semenjak pertama kali masuk kuliah, namun ternyata silvia secara diam-diam menaruh rasa dan harapan kepada Radit.

Tibalah pada suatu hari, Radit dan Silvia pergi bersama untuk jalan-jalan ke alun-alun kota, keduanya sangat larut dalam kebahagiaan, lalu mereka pun mampir di sebuah warung kopi dan disitulah awal kisah cinta barunya dimulai, semua yang selama ini mereka rasakan,

“aku ingin mengutarakan isi hatiku selama ini kepada dirimu Silvia, jadi aku mohon tolong dengarkan ya, aku mohon“  ujar Radit dengan sedikit gugup,

Namun Silvia hanya bisa terdiam, lalu suasana itupun seketika berubah mendebarkan, karena Silvia juga menaruh rasa yang sama kepada Radit, namun silvia enggan mengutarakannya,

“Dari dulu sebenanya aku memang sudah memendam rasa terhadapmu“  ucap Radit dengan begitu serius,

“Sebenarnya aku juga memiliki rasa yang sama kepadamu dit, namun aku malu mengutarakannya kepadamu“ ucap Silvia dengan wajah yang sedikit memerah

“Namun aku tidak akan memintamu untuk menjadi pacarku melainkan sebagai calon istriku”  sambung Radit dengan begitu tulusnya,

”Aku jadi malu nih” kata silvia dengan tersipu,

“Besok aku akan mengajak orang tuaku ke rumahmu, dan aku akan mempersunting dirimu” ujar Radit dengan romantis,

“Jadi kamu serius dit, kirain cuman bercanda doang” ujar silvia,

“Enggak aku serius kali ini” kata Radit, Silvia cuma bisa diam sembari tersenyum,

“Terkadang kita harus menoleh kebelakang demi menata masa depan walaupun masih ada kenangan yang menyakitkan” ujar Radit,

Setelah mendengar ucapan radit tadi, silvia pun bangkit dari kesunyiannya seraya berkata

“Baik…! aku ataupun dirimu bebas memilih, namun kita tidak bisa lepas dari konsekuensi pilihan kita sendiri” imbuh Silvia,

‘’Namun kali ini pilihanku tetap meminangmu” ujar Radit dengan wajah yang begitu polosnya,

Mendengar kata-kata Radit tadi, tampak wajah Silvia sedang di hiasi api cinta. Keesokan harinya, Radit bersama orang tuanya pergi ke rumah Silvia untuk membuktikan kepada Silvia bahwa apa yang ia katakan adalah benar, dan lantas saja orang tua Silvia merestui hubungan mereka berdua.

***

Dua tahun telah berlalu, Radit dan Natali sudah menikah dengan pasangannya masing-masing, pada suatu hari secara tidak sengaja Radit bertemu dengan Natali pada acara festival kota, setelah sekian lama mereka berpisah akhirnya mereka bertemu kembali tanpa basa-basi Radit menyapanya

“Hai Nat, apa itu kamu?” tanya Radit

“Eh kamu Dit, iya ini aku” jawab Natali

“Kenapa kamu bisa ada di sini?” tanya radit

“Aku lagi jalan-jalan nih Dit” jawab Natali

“Owh gitu ya Nat” respon Radit

“Terus kenapa kamu sendiri ada di sini?” tanya Natali

“Kebetulan tahun ini aku yang jadi ketua panitianya“ jawab Radit

“Owh iya Dit apa kamu masih ingat kisah antara kita dengan festival kota?” tanya Natali

“Tentu saja aku masih ingat, mana mungkin aku akan melupakannya begitu saja” jawab Radit seraya tersenyum

“Namun tampaknya, kini tinggal kenangan manis yang masih terukir” ujar Natali sembari menampakkan kesedihannya, namun Raditpun hanya terdiam seraya tersenyum, tampaknya antara Natali ataupun Radit sama-sama menyadari bahwa apa yang telah mereka lalui selama ini merupakan sekenario tuhan yang maha adil.


*Abdi Dhalem

 


27 Agustus 2023

Upacara Bendera HUT RI ke 78 PP. ASWAJ Ambunten Sumenep

Ambunten, 17 Agustus 2023


Tepat pada hari Kamis Taggal 17 Agustus 2023 Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-78.

Upacara berlangsung tepat pada pukul 07.00 yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah yaitu KH. Muh Unais Ali Hisyam, kemudian para masyaikh PP. ASWAJ yaitu Ny. Hj Shofiyah Zubaidi, Ning Khodijatal Fayha Unais, Ning Mas Muzayyanah Basyaiban beserta para dewan guru dari tingkat MI, MTS, maupun MA Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep.

Dalam upacara HUT  RI Ke 78 ini KH. Muh Unais Ali Hisyam selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep sebagai inspektur upacara dan pembaca Teks Pancasila.

Upacara diawali dengan laporan komandan upacara yaitu saudara Moh Kholik Fadholi kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Paskibraka yang dipimpin oleh saudara Abulaits Febrianto diiringi oleh lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh Team Paduan Suara Madrasah Aliyah Ahlussunnah Waljamaah.

Selanjutnya mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang yang di pimpin oleh inspektur upacara, kemudian pembacaan teks UUD 1945 oleh saudari Kholilatul Latifah dan di tutup dengan pembacaan doa yang di bacakan oleh saudari Zakiyah Belkis Suhaidi.

Kemudian setelah upacara selesai di lanjutkan dengan agenda foto bersama para masyaikh PP. ASWAJ dan pembagian hadiah terbaik Mosba Angkatan 2023 yang di serahkan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah, tak lupa pula dengan pembagian hadiah pemenang lomba Agustusan 2023 yang diberikan oleh para ustad/ustadzah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep.

FOTO DOKUMENTASI










25 Agustus 2023

Meriah! Lomba 17 Agustusan Ala Santri_PP ASWAJ Ambunten Sumenep

Ambunten_Menjelang hari ulang tahun RI yang ke 78, aneka ria perlombaan bersemarak didalamnya demi merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Walaupun agenda perlombaan sudah berlangsung setiap tahunnya namun, tak banyak masyarakat Indonesia yang tahu asal mula perayaan 17 Agustus tersebut.

Hampir di setiap daerah, perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dirayakan dengan berbagai macam perlombaan. Perlombaan tersebut diantaranya panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, balap karung dan lain sebagainya.Bukan hanya sekedar lomba, panitia perlombaan tersebut juga menyiapkan hadiah untuk para pemenangnya.

Begitu pula di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep telah mengadakan perlombaan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 78 tiga hari sebelum hari-H. Semarak perlombaan yang telah dilaksanakan dari tanggal 13 Agustus 2023 s/d 16 Agustus 2023 tidak membuat para sanri merasa letih karena padatnya kegiatan di pesantren, menurut saudari Faizatul Maulidia mengatakan bahwa perlombaan tersebut semakin membuat semangat yang dimiliki para santri tetap berkobar.

 "Saya begitu senang dengan mengikuti perlombaan HUT RI ke 78 ini, sampai lelah yang saya rasakan hilang seketika karena, saking semangatnya" ucapnya pada wawancara kemarin (13/08/2023).

Perlombaan perayaan HUT RI ke 78 tersebut dimulai pada pukul 14.00 bertempat di halaman pondok putra (Putra) dan di depan dhalem selatan (Putri), berikut ini beberapa prlombaan yang diadakan :

Putra :

1. Tarik tambang

2. Memindahkan air dengan sarung

3. Cantol topi

4. Mencari koin dalam tepung

5. Estafet kartu

6. Futsal

Putri :

1. Rangking

2. Estafet kelereng

3. Estafet tepung

4. Mencari bola dalam kotak

5. Lari malaikat

6. Tebak kata

FOTO DOKUMENTASI







Pewarta : Tim_Media@swajOfficial

18 Agustus 2023

MOSBA 2023 (Masa Orientasi Santri Baru) PP. ASWAJ Ambunten Sumenep

Masa Orientasi Santri Baru atau disingkat dengan MOSBA merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan pada setiap lembaga yang bertujuan untuk sarana perkenalan antara santri dengan lingkungan barunya di pesantren, selain itu MOSBA juga digunakan sebagai wahana untuk melatih kedisiplinan, ketahanan mental dan mempererat tali persaudaraan.

Pada tahun 2023 Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) di Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep masih tetap terlaksanakan, kegiatan yang sudah resmi diadakan sejak 2018 lalu semakin memiliki peningkatan, diantaranya dari segi peserta yang setiap tahunnya semakin bertambah dengan jumlah 70 peserta dari putra maupun putri.

Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep menyelenggarakan agenda tahunan MOSBA, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 10 Agustus 2023 s/d 12 Agustus 2023.

Pada hari Kamis kemarin (10/08/2023) kegiatan MOSBA dimulai dengan apel pembukaan acara yang dipimpin oleh ketua panitia yaitu Ustad Arif Ramdani pada pukul 07.15, kemudian pada pukul 07.45 dilanjutkan dengan serentetan acara yang dihadiri oleh dewan Asatidz/Asatidzah MDT ASWAJ beserta segenap kepala madrasah dari tingkat KB, TK, MI, MTs dan juga MA, tak lupa pembacaan tata tertib Pondok Pesantren juga dibacakan oleh sekretaris Pondok. Memasuki inti kegiatan pada hari pertama yaitu Pencerahan yang didawuhkan langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah yaitu KH. Muh Unais Ali Hisyam, didalam dawuhnya penulis mencatat beberapa poin diantaranya :

العلم نور

" Ilmu adalah cahaya "

    Ilmu adalah konsumsi dari ruh (jiwa), sedangkan ruh bersifat cahaya maka ia hanya memakan cahaya. Kesimpulannya bahwa ketika kita ingin menghidupkan ruh (jiwa) maka harus diisi dengan memperbanyak ilmu, karena ilmu adalah cahaya dan jika ruh (jiwa) tidak diisi dengan ilmu maka matilah ruh (jiwa) tersebut.

    Sedangkan jasad manusia berasal dari debu (تراب ) bukan dari pasir (رمل), oleh karena itu karena jasad manusia berasal dari tanah maka hanya memakan yang berasal dari tanah atau yang berasal dari bumi.

    Beliau juga menyampaikan niat utama dalam mencari ilmu, yaitu :

1. Mendapat ridha Allah SWT

2. Menghilangkan kebodohan

العلم بالتّعلّم والبركة بالخدمة

" Ilmu diperoleh dengan belajar dan barokah diperoleh dengan melayani guru "

    Kemudian acara dilanjutkan pada jam 14.00 di aula madrasah Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah, Ustad Maswedi sebagai pemateri pada siang ini mengisi tentang Pendidikan Karakter 

Beberapa poin yang penulis catat yaitu sebagai berikut :

  • Pendidikan adalah pembelajaran, sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pendidikan adalah proses perubahan sikap.
  • Karakter yang harus ditanamkan oleh seorang santri yaitu :
  1. Santri harus berakhlakul karimah
  2. Santri harus saling menghargai satu sama lain
  3. Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, pepatah mengatakan bahwa sayangilah dia yang ada di bumi, maka yang ada di langit akan menyayangimu.

  •  Karakter pencari ilmu  
  1. Jiwa penuntut ilmu (santri) harus kuat 
  2. Menjadi santri harus merasa kurang dalam mencari ilmu

  3. Mempunyai nilai kerjasama yang baik (saling mendukung)
  4. Santri konstruktif (maju) dalam berfikirnya 
  5. Memperbanyak belajar dan jangan tinggalkan diskusi
  6.  Suka memberi
  7. Ciptakan karakter yang baik kepada diri sendiri
  8. Harus berjiwa besar
  9. Harus mandiri
  10. الوقت كالسّيف

    " Waktu bagaikan pedang "

    Jika waktumu tidak kau gunakan sebaik-baiknya maka pedanglah yang akan menggores dirimu

  11.  Mengurus keperluannya sendiri
  12.  Santri adalah kesederhanaan
  13.  ■ Jum'at, 11 Agustus 2023

    Agenda hari Jum'at (11/08/2023) yaitu Ziaroh ke Maqbarah Pendiri Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten Sumenep yaitu KH. Ali Wafa Muharror, pada pukul 07.30 apel pagi dimulai kemudian para santri berbaris rapi berjalan mengikuti trotoar dengan didampingi oleh para pengurus putra maupun putri.

    Sesampainya di maqbarah pendiri PP ASWAJ para santri membaca surah Yaasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ustad Tajuddin. Setelah mentari sudah terasa menyengat dan tubuhpun sudah berkeringat cukup menemani perjalan para santri untuk kembali ke Pesantren, kegiatan hari inipun ditutup dengan apel siang.

    ■ Sabtu, 12 Agustus 2023

    Semangat hari ini mendampingi hiruk pikuk peserta MOSBA, hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan kegiatan MOSBA 2023, suara yel-yel terdengar ramai di depan Dhalem Selatan kemudian pada pukul 07.30 para peserta MOSBA mendengarkan Tausiah Kepesantrenan yang didawuhkan langsung oleh NY. HJ. Zainab Ali Hisyam, didalam penyampaian beliau penulis merangkum beberapa poin.

  • Syarat mencari ilmu
  •  الا لا تنال العلم الا بستّة # سأنبيك عن مجموعها ببيان

    Ingatlah, kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan eman perkara, akan saya jelaskan semuanya dengan terperinci.

    ذكاء وحرص واصطبار وبلغة # وارشاد أستاذ وطول زمان

    Yaitu : kecerdasan, kemauan (rakus akan ilmu), sabar, biaya (pengorbanan materi/ waktu), petunjuk (bimbingan) guru, dan dalam tempo waktu yang lama.

    ⃝ Kebahagiaan yang sangat luar biasa yang tidak bisa dirasakan kecuali menjadi santri yaitu :

    1. Liburan pesantren

    2. Boyong

    Beliau juga menceritan kisah-kisah seorang santri yang mendapatkan barokah dengan mengabdi kepada guru. kemudian dilanjut pada pukul 14.00 Outbon antara lain : lomba estafet manyun, lomba tahan tawa dan lomba bola air.

     FOTO DOKUMENTASI MOSBA 2023